Nuryani S - Admin Lontara Institute
Foto : Yassir Arafat Usman, M.Psi., Psikolog saat membawakan materi di MTsN 1 Makassar (dok. Tim Media Lontara Institute)
MAKASSAR - Pendidikan anak bukan sekadar proses tumbuh kembang alami, melainkan sebuah proyek besar yang membutuhkan desain yang matang. Semangat inilah yang melandasi kegiatan Parenting Talk bertajuk "Menjadi ‘Arsitek’ Bagi Anak Kita" yang digelar di MTsN 1 Makassar pada Ahad (8/3)
Hadir sebagai narasumber utama, Yassir Arafat Usman, M.Psi., Psikolog, yang merupakan Direktur Lontara Institute Founder Sekolah Islam Adam dan Hawa sekaligus Dosen Psikologi FK Unhas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa orang tua memiliki peran krusial sebagai perancang masa depan anak, bukan sekadar pelaksana rutinitas pengasuhan.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Yassir menjelaskan mengapa pengasuhan harus didesain sejak dini. Beliau menekankan tiga poin utama:
Anak adalah Manusia
Pengasuhan tidak boleh menggunakan metode coba-coba (trial and error) karena dampaknya menyangkut masa depan manusia.
Investasi Terbaik
Anak adalah amanah yang tidak semua orang diberikan kesempatan untuk memilikinya.
Pertanggungjawaban Ilahi
Setiap anak adalah titipan Allah yang akan dimintai pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat.
Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah pembagian peran antara Ayah dan Ibu dalam keluarga.
"Banyak yang sudah tahu bahwa Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa yang mendesain kurikulum madrasah tersebut adalah sang Ayah, dan yang mengizinkan kurikulum itu berjalan adalah Allah SWT," ungkap Yassir di hadapan para alumni MTsN 1 Makassar yang saat ini telah menjadi orang tua.
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi harmonis di mana Ayah memberikan arah dan visi (arsitek), sementara Ibu menjadi pendidik utama yang mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dengan kasih sayang.
Merujuk pada hadis riwayat Muslim bahwa "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah," materi ini juga membekali orang tua untuk membangun anak yang memiliki Mental Kaya.
Generasi yang diharapkan bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap Qana’ah, mampu mengelola harta tanpa menjadi budak harta, serta memiliki fisik dan mental yang tangguh untuk menghadapi tantangan akhir zaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lontara Institute untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya psikologi keluarga berbasis nilai-nilai Islam. Melalui kelas-kelas parenting seperti ini, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang mampu mencetak ummat terbaik.
Acara ditutup dengan ajakan bagi para orang tua untuk mulai duduk bersama pasangan dan merancang "cetak biru" pengasuhan bagi buah hati mereka.
Tentang Lontara Institute: Lontara Institute adalah lembaga pengembangan SDM yang berfokus pada layanan outbound, training, coaching, counseling, dan mentoring. Kami mengintegrasikan pendekatan psikologi positif dan nilai spiritual untuk membantu individu maupun organisasi mencapai potensi terbaiknya.
Kunjungi kami di www.lontarainstitute.com atau ikuti Instagram kami @lontara_institute.